sistem kontrol gardu listrik adalah inti operasional dari gardu, mengelola aktivasi, penonaktifan, dan pemantauan sirkuit listrik untuk memastikan distribusi daya yang aman dan efisien. Sistem ini menggabungkan komponen perangkat keras, seperti relay, kontaktor, dan programmable logic controllers (PLC), dengan perangkat lunak yang mengatur operasi gardu berdasarkan parameter yang telah ditentukan sebelumnya. sistem kontrol gardu listrik menerima masukan dari sensor yang mengukur tegangan, arus, dan suhu, menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan secara real-time, seperti memicu trip pada circuit breaker saat terjadi beban berlebih. Pada instalasi modern, sistem kontrol gardu listrik sering mencakup human-machine interfaces (HMI) yang memungkinkan operator memvisualisasikan status sistem, menyesuaikan pengaturan, serta mengendalikan komponen gardu secara manual bila diperlukan. Salah satu fitur utama dari sistem kontrol gardu listrik adalah kemampuan mereka untuk berkoordinasi dengan komponen jaringan lainnya, seperti sistem energi terbarukan atau penyimpanan energi, memastikan integrasi yang mulus dan stabilitas jaringan. Sistem-sistem ini juga memainkan peran penting dalam keselamatan, dengan menyertakan interlock yang mencegah operasi tidak aman, seperti membuka sirkuit yang masih hidup. Baik di fasilitas industri, pembangkit listrik, maupun gedung komersial, sistem kontrol gardu listrik sangat penting untuk menjaga kontrol yang tepat atas distribusi listrik, menjadikannya elemen kritis dalam setiap infrastruktur listrik yang andal.